Use your < > keys to browse more stories

Bagaimana Evercoss menjadi produsen handphone terbesar di Indonesia

evercoss-site-720x424

Meskipun produsen handphone Indonesia, Evercoss, tidak membuat dan menjual handphone mahal yang mencengangkan, perusahaan ini bisa dengan bangga berdiri sebagai produsen handphone lokal terbesar di Indonesia. Menurut menteri perdagangan Indonesia, Evercoss sudah menjual 16 juta handphone tahun lalu, yang berarti sekitar 1,5 1,3 juta handphone terjual tiap bulannya.

Evercoss menjual handphone dan tablet dengan harga terjangkau. Produk mereka yang paling mahal adalah tablet bernama AT8 yang dihargai Rp 2,5 juta. Semua smartphone Android yang dijual perusahaan ini dijual dengan harga di bawah Rp 2 juta. “Agar masyarakat mampu membelinya,” kata A. Irwan, COO Evercoss.

Mengincar masyarakat menengah ke bawah

Evercoss mengincar masyarakat menengah sebagai pelanggannya. Mereka adalah pengguna yang tinggal di kota-kota kecil atau kota kabupaten, bukan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Masyarakat di kelompok ini, menurut Irwan, membeli gadget karena kebutuhan, bukan karena gaya hidup. Kebutuhan ini telah berubah dari hanya sekedar untuk mengirim SMS di tahun 2008 menjadi untuk mendengarkan radio, kemudian musik, TV, Facebook, dan sekarang untuk menggunakan aplikasi chatting seperti BBM. Spesifikasi dan pemasaran produk Evercoss berubah sesuai dengan kebutuhan pengguna.

70 persen pangsa pasar Evercoss berasal dari pulau Jawa, sedangkan 10 persen berasal dari pulau Sumatra. Sejauh ini, 60 persen handphone yang berhasil mereka jual adalah feature phone.

Mementingkan kualitas

evercoss-a66-720x266

Meskipun perusahaan ini menjual handphone dengan harga yang terjangkau, Evercoss mempertahankan kualitas produknya secara serius. Irwan cukup bangga mengatakan bahwa tulang punggung dari Evercoss saat ini adalah departemen pelayanannya. Mereka mengalokasikan sekitar 200 orang untuk siap siaga di kantor pusat dan kantor cabang perusahaan untuk bertugas di bidang servis tiap harinya.

Evercoss memastikan bahwa persentase barang yang ”defect on arrival” atau rusak ketika sampai di toko berada di bawah satu persen, dan persentase handphone yang diperbaiki tiap harinya berada di bawah dua persen. Semua suku cadang yang digunakan Evercoss asli. Perusahaan ini punya 18 service center dan 57 authorized service center di seluruh Indonesia.

Komitmen ini membantu tim Evercoss bertumbuh yang di tahun 2008 hanya terdiri dari 17 orang sekarang menjadi 500 orang. Evercoss tidak punya toko retail, tapi timnya sangat agresif melakukan pemasaran. Salah satu contoh terbarunya adalah bagaimana Evercoss menjadi salah satu sponsor utama di Indonesian Idol.

Upaya rebranding dan rencana ekspansi

Batas jumlah gadget yang bisa diimpor sebuah perusahaan bergantung pada jumlah gadget yang dibuat oleh Evercoss di negara asalnya, Indonesia. Jadi, agar bisa meningkatkan jumlah impor dan memenuhi kebutuhan pengguna, Evercoss harus mulai memproduksi handphone-nya sendiri.

Karena itu, Evercoss sekarang membangun pabrik gadget seluas delapan hektar di kota Semarang, dan menyiapkan lahan kosong seluas lima hektar di sebelahnya untuk berjaga-jaga jika ke depannya perusahaan ini ingin membangun pabrik lagi. Pabrik yang sedang dibangun ini – yang memiliki nilai investasi Rp 1 triliun – akan mulai beroperasi tahun depan. Ketika mulai beroperasi nanti, Evercoss akan mulai memproduksi handphone dalam jumlah banyak. Dan agar timnya bisa menjual sebanyak mungkin handphone yang sudah dibuat, Evercoss sudah mulai melirik 10 negara di Asia, dengan Malaysia menjadi incaran pertama.

Sebelum melakukan rebranding di bulan September lalu, Evercoss dikenal dengan nama Cross Mobile. Tapi nama tersebut tidak bisa digunakan di negara lain. Tim ini akan akan melancarkan strategi yang sama di pasar lain: mengincar masyarakat kelas menengah ke bawah.

Untuk fase awal, pabrik ini diperkirakan mampu memproduksi 500.000 sampai 600.000 handphone tiap bulannya. Tapi, Evercoss sendiri akan tetap mengimpor 1,5 juta handphone dari China, seperti yang sudah mereka lakukan sekarang.

Persaingan di Indonesia

Pesaing lokal terbesar Evercoss mungkin adalah Mito, yang ingin menjual tiga juta gadget tahun ini. Irwan mengatakan bahwa pendekatan Advan yang agresif di pasar smartphone Indonesia adalah pesaing yang juga mereka awasi. Produsen handphone lokal lain yang perlu diketahui adalah Tiphone, Cyrus, Polytron, dan Tabulet.

Suka dengan artikelnya? Bergabunglah menjadi pelanggan TiA Insights. Hanya dengan USD 9,99/bulan, TiA Insights memberikan akses eksklusif ke newsletter mingguan kami, sebuah halaman yang mengumpulkan berita Asia penting dari berbagai sumber di internet yang harus Anda baca. Dengan TiA Insights, Anda juga akan mendapatkan E-Magazine setiap dua minggunya sebagai bahan bacaan pelengkap akhir pekan Anda. Klik disini untuk informasi lebih lanjut.