Use your < > keys to browse more stories

Dua veteran Intel Indonesia mendirikan startup pendidikan yang memudahkan pembuatan kelas online

 
Kelase-Front

Bagi Anda para pendidik yang mulai menggunakan teknologi untuk proses kegiatan belajar mengajar, Anda kini bisa memanfaatkan layanan pembuatan kelas online melalui Kelase. Startup pendidikan ini didirikan oleh dua veteran Intel Indonesia yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam bidang teknologi pendidikan. Kelase sendiri bisa digunakan secara gratis baik oleh pendidik, peserta didik, bahkan seluruh pengurus lembaga pendidikan tertentu.

Berdiri sejak Maret 2013 di bawah bendera PT. Edukasi 101, Kelase diinisiasikan oleh Brimy Laksmana sebagai founder dan direktur utama serta Winastwan Gora selaku direktur riset dan pengembangan. Keduanya sempat bekerja di Intel Indonesia (Brimy selama 7 tahun dan Gora selama 2 tahun) serta dibantu oleh tim pengembang yang ahli dalam masalah teknis serta berlatar belakang di dunia pendidikan.

Kelahiran Kelase dilatarbelakangi oleh pengalaman Brimy dan Gora dalam memanfaatkan platform Learning Management System (LMS) yang sudah terlebih dahulu beredar untuk mendukung pekerjaan atau proyek mereka. Saat itu mereka merasa bahwa belum ada sebuah platform e-learning yang mudah untuk dimanfaatkan dan digunakan, bisa diakses di berbagai perangkat mobile, serta memiliki fitur interaksi sebagaimana halnya jejaring sosial yang sedang menjadi tren di kalangan masyarakat. Melihat peluang tersebut, mereka berinisiatif untuk mengembangkan Kelase.

Kelase sendiri merupakan layanan jejaring sosial dan sebuah lingkungan belajar online yang aman untuk insitusi pendidikan baik formal (SD, SMP, SMA, SMK, Akademi, Sekolah Tinggi, dan Universitas) maupun non-formal (lembaga kursus, bimbingan belajar, dan penyelenggara home schooling). Bahkan Kelase dapat diakses dari berbagai macam perangkat baik itu PC maupun perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

Tujuan diciptakannya Kelase adalah menyediakan ruang belajar yang mengedepankan aspek sosial dan kolaborasi, pengalaman belajar yang kaya, mempermudah tata kelola proses pendidikan, pemantauan perkembangan proses pembelajaran, serta menjembatani komunikasi antar guru, siswa, dan orangtua. Dengan menggunakan layanan Kelase, maka proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Ruang kelas online yang menyenangkan

Layanan Kelase memungkinkan para pendidik membuat kelas online bagi para peserta didiknya, sehingga jika sang pendidik seandainya tidak bisa hadir secara fisik di kelas, ia bisa mengajar dari mana saja selama ia memiliki koneksi internet. Selain itu para pendidik juga bisa mencantumkan semua kegiatan akademik pada fitur kalender, sehingga para peserta didik bisa memantaunya secara online. Bagi para peserta didik, Kelase bisa dimanfaatkan untuk menyimpan serta mengakses semua konten pendidikan baik itu e-book, video pendidikan, dan lainnya. Anda bahkan terhubung dengan pengguna lain baik yang sesama lembaga maupun lintas lembaga. Bukan hanya itu, baik pendidik maupun peserta didik bisa bergabung dengan komunitas pendidikan yang sudah teregistrasi hingga mengikuti kelas-kelas edukatif lainnya yang bisa jadi tidak terkait dengan subyek yang biasa dipelajari sehari-hari.

Kelase Academy

Perlu Anda ketahui bahwa untuk mencoba layanan Kelase, Anda tidak bisa melakukan registrasi sebagai individu lepas, melainkan harus atas nama lembaga pendidikan tertentu. Saat proses registrasi, Kelase meminta calon pengguna untuk melengkapi “Data Institusi” lengkap dengan jenis lembaga (SD, SMP, SMA, Universitas, dan lainnya), nama lembaga, alamat lembaga, bahkan hingga nomor identifikasi nasional lembaga tersebut. Hal inilah yang membedakan antara Kelase dengan layanan sejenis yaitu Edmodo yang berasal dari Inggris yang menganggap penggunanya sebagai individu yang tak terikat pada lembaga pendidikan manapun.

Namun, saya mengamati bahwa terdapat beberapa tantangan yang akan dihadapi Kelase dalam mengimplementasikan konsep penggunaan kelas online yang diusungnya. Di antaranya tingkat pemanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk proses pendidikan di kalangan guru di Indonesia masih terbilang rendah sehingga Kelase perlu memberikan edukasi terlebih dahulu mengenai keutamaan pembuatan kelas online untuk proses kegiatan belajar mengajar. Tantangan selanjutnya yang telah kita maklumi bersama yaitu kualitas dari kecepatan internet di Indonesia yang masih cukup lambat. Selain itu, meskipun peserta didik saat ini cukup ‘melek’ dengan teknologi dan internet, masih ada pendidik yang tidak begitu paham penggunaan internet dan/atau tidak memanfaatkan internet dan teknologi untuk memudahkan kegiatan belajar mengajar.

(Baca juga: Guru TIK tuntut pemerintah kembalikan mata pelajaran TIK ke sekolah)

Tantangan dalam mencari uang

Hingga saat ini Kelase belum memiliki pendapatan dari layanan yang ditawarkannya, sehingga selama hampir lebih dari setahun masih didanai oleh para foundernya. Tetapi untuk rencana ke depannya, Kelase membeberkan beberapa strategi monetisasi di antaranya mencari donasi baik dari individu maupun perusahaan yang akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial di dunia pendidikan. Selain itu Kelase akan menyediakan banyak konten, baik yang gratis maupun berbayar. Mereka juga akan menawarkan berbagai pelatihan online baik gratis maupun berbayar kepada para pendidik, peserta didik, maupun komunitas dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya. Saat ini Kelase sedang mencari investasi awal untuk pengembangan bisnis, produk, serta pemasaran.

Rencana selanjutnya Kelase yang tidak terkait dengan monetisasi yaitu meluncurkan layanan MOOC (Massive Open Online Courses) bernama “Kelase Academy”, sebuah program pelatihan online pertama untuk para guru di Indonesia yang dimulai pada tanggal 3 Juni mendatang dengan tema “Mobile Learning dengan Kelase”. Kemudian Kelase juga akan merambah dunia korporasi sebagai platform pengembangan profesional berkelanjutan dan pada tahun 2015 mendatang Kelase akan mengeluarkan layanan dalam versi Bahasa Inggris.

Sejauh ini Kelase sendiri sudah digunakan oleh lebih dari 80 institusi pendidikan dari berbagai jenjang dan menjadi salah satu materi pelatihan untuk Bimbingan Teknis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Guru SMA se-Indonesia yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementrian dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bagi Anda yang institusi pendidikannya ingin menggunakan Kelase, Anda bisa berkunjung ke website Kelase atau menggunakannya secara mobile yang sementara ini baru tersedia secara gratis di Google Play. Semoga proses kegiatan belajar Anda lebih menarik dan menyenangkan!

(Diedit oleh Enricko Lukman dan Yasser Paragian)

 

Suka dengan artikelnya? Bergabunglah menjadi pelanggan TiA Insights. Hanya dengan USD 9,99/bulan, TiA Insights memberikan akses eksklusif ke newsletter mingguan kami, sebuah halaman yang mengumpulkan berita Asia penting dari berbagai sumber di internet yang harus Anda baca. Dengan TiA Insights, Anda juga akan mendapatkan E-Magazine setiap dua minggunya sebagai bahan bacaan pelengkap akhir pekan Anda. Klik disini untuk informasi lebih lanjut.