Use your < > keys to browse more stories

Qiscus, platform untuk berkomunikasi bersama rekan kerja dimanapun Anda berada

Qiscus-thumbSaat ini, fenomena bekerja secara remote dimana sebuah perusahaan/startup memiliki karyawan yang tidak terpusat pada satu kantor telah mulai ramai terdapat di Indonesia. Salah satunya adalah Tech in Asia, dengan beberapa blogger yang terdapat di berbagai kota bahkan negara berbeda. Untuk memusatkan tempat kerja, perusahaan/startup seringkali menggunakan platform online dimana masing-masing karyawan dapat berkomunikasi secara aktif tanpa harus berada di satu tempat yang sama.

Perkenalkan Qiscus, sebuah startup dari kota Yogyakarta yang menawarkan platform messaging untuk bekerja – ataupun untuk berkomunikasi dalam sebuah proyek. Anda dapat menganggap Qiscus sebagai sebuah aplikasi messaging seperti Whatsapp dan BBM. Namun, peruntukannya lebih untuk topik serius dan menyangkut materi pekerjaan.

Startup ini merupakan platform karya anak bangsa yang dibuat oleh empat co-founder yang berdomisili di Indonesia dan Singapura; Amin Nordin sebagai CEO, Muhammad Md Rahim sebagai CFO, Delta Purna Widyangga sebagai CTO (Enterprise), dan Evan Purnama sebagai CTO (Product).

Dibuat secara tidak sengaja

Qiscus Screenshoot 1

Awalnya, Qiscus merupakan sebuah fitur tambahan pada produk Phi Decks yang juga dikembangkan oleh tim yang sama. Phi Decks sendiri merupakan sebuah platform untuk mengorganisir sistem pembelajaran dan pernah memenangkan sebuah penghargaan di ajang kompetisi ide bisnis, Ideas Inc.. Kala itu, Phi Decks sedang mengembangkan sebuah aplikasi yang dianggap dapat menggantikan fungsi papan tulis dan buku tulis dalam sebuah instansi pendidikan.

Akan tetapi, karena masalah yang cukup fundamental dimana di sekolah belum 100 persen siswa dan gurunya mempunyai akses terhadap sebuah smartphone, akhirnya proyek tersebut dihentikan untuk sementara. Namun, Qiscus melihat potensi lain di dalam Phi Decks: Fitur diskusi yang terdapat di dalam aplikasi tersebut.

Dalam sebuah wawancara melalui email dengan Tech in Asia, Amin Nordin menjelaskan, “Ada satu fungsi yang disukai oleh para guru dan murid, yaitu fungsi diskusi. Jadi, kami mengambil fitur tersebut dan membuat sesuatu darinya untuk digunakan oleh kami sendiri.” Hal ini berujung pada prototipe Qiscus yang selesai pada tahun 2013, “Prototipe Qiscus telah selesai dan kami mendapat permintaan dari banyak orang yang ingin menggunakan platform ini,” lanjutnya.

Dimaksimalkan untuk produktivitas

Qiscus diciptakan dengan memaksimalkan produktivitas yang dimiliki oleh tim pengembangnya. “Kita menginginkan kemampuan untuk mendengarkan sebuah pembicaraan [yang dilakukan rekan kerja lainnya], masuk ke dalam pembicaraan tersebut dan memberi ide, dan selalu tersambung tanpa harus bertemu atau melakukan panggilan video. Karena kebutuhan unik inilah Qiscus memiliki perbedaan fundamental tentang bagaimana ia dirancang,” ujar Amin.

Salah satu contoh fitur yang meningkatkan produktivitas ketika Anda menggunakan platform ini ialah bagaimana platform ini memberi Anda notifikasi. Notifikasi dalam Qiscus merupakan sesuatu yang pasif, dalam artian platform ini tidak akan berbunyi atau menarik perhatian Anda dari apa yang sedang dikerjakan. Namun, jika memang ada sesuatu yang urgent dan harus segera ditanggapi, Qiscus memberi sebuah cara yang dinamakan “call” dengan mengetik simbol “@” sebelum nama orang yang bersangkutan. Mirip dengan fitur Mention pada Twitter.

Dari sebuah platform yang asalnya diciptakan untuk penggunaan tim pribadi, Qiscus kini telah digunakan oleh 78 perusahaan di seluruh dunia. Salah satunya adalah NTU Ideas Inc yang dulu pernah memberi penghargaan pada tim Qiscus.

Untuk mendapatkan lebih banyak pengguna, Qiscus saat ini sedang mengembangkan sistem keamanan yang lebih ketat agar platform yang mereka miliki dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan keamanan tingkat tinggi seperti sektor perbankan.

Paket lengkap penggunaan Qiscus

Qiscus Screenshoot 2

Selain menawarkan paket gratis yang dinamakan Basic untuk pengguna umum dan paket premium untuk pengguna lanjutan, Qiscus juga menyediakan layanan enterprise untuk memasang platform Qiscus langsung ke dalam sistem pengguna. Selain itu, Qiscus memberi pelatihan tentang bagaimana memasang platform ini untuk pertama kalinya dan memberi pengarahan tentang cara menggunakannya.

Perusahaan pun dapat memasang Qiscus di server yang mereka miliki. Namun Qiscus tidak merekomendasikan hal tersebut. “Harganya akan menjadi lebih tinggi dan Anda tidak dapat berinteraksi dengan pengguna lain [di luar perusahaan tersebut] karena sistem Anda diproteksi,” ungkap Amin.

Menggunakan platform lain sebagai sarana notifikasi

Qiscus Screenshoot App

Tampilan aplikasi Qiscus untuk Android

Karena keterbatasan sumber daya ketika pertama kali diciptakan, Qiscus harus menggunakan platform lain untuk memberi notifikasi pesan ketika pengguna sedang mobile: Twitter. Ya, Ketika Anda sedang tidak berada di depan layar komputer, Qiscus akan memberi Anda sebuah mention di Twitter dari akun @qistify ketika Anda mendapat @call.

Kini, keadaan sudah berubah. Qiscus sudah mempunyai sebuah aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan iTunes App Store. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melakukan chatting dan mendapatkan notifikasi dengan mudah.

Ruang terlalu sempit dan kompetitor yang terlalu banyak

Bekerja secara remote memang sudah banyak dilakukan oleh perusahan dan/atau startup di dunia. Namun, apakah hal tersebut cukup untuk membenarkan keberadaan beberapa platform chatting yang sama sekaligus? Selain Qiscus ada platform sama seperti Flowdock, Hall, HipChat, Slack, dan lainnya. Apa yang membedakan platform ini dengan platform lain?

Qiscus adalah sebuah platform yang fleksibel. Anda dapat keluar masuk tim tanpa harus terikat ke satu tim dan/atau organisasi. “Orang tidak bekerja dalam satu tim saja. Mereka mempunyai [sebuah komunitas] hobi, mereka berpindah-pindah tim, mereka bekerja dengan partner dan vendor yang berbeda,” ujar Amin, “Dengan Qiscus, Anda dapat berkolaborasi karena setiap [chat] room terpisah satu sama lain. Sehingga Anda dapat menggunakan satu room pembicaraan dengan banyak tim sesuka hati Anda,” lanjutnya. Hal ini sama seperti yang terdapat pada platform Flowdock (yang digunakan oleh tim Tech in Asia), namun yang membedakan adalah kemampuan untuk menciptakan topik diskusi yang berbeda di dalam room tersebut.

Hal lain yang membedakan Qiscus dengan kompetitornya adalah mudahnya penggunaan yang ia tawarkan. “Qiscus terlihat seperti sebuah aplikasi chatting yang sederhana namun memiliki sebuah struktur yang memungkinkan Anda untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan lebih baik,” ungkap Amin.

Selain itu, tim Qiscus tidak berhenti mencari inovasi untuk produknya tersebut. Di tengah maraknya kompetitor sejenis, tentunya mereka harus memiliki satu buah fitur unggulan yang dapat membedakan Qiscus dengan platform seperti misalnya Flowdock. Karena bila kita berbicara mengenai sebuah startup yang menawarkan sebuah service, faktor teknologi yang ditawarkan serta pengalaman menggunakan platform tersebut akan menjadi faktor subyektifitas terpenting ketika Anda menentukan pilihan.

Ketika ditanya bocoran update yang akan mereka lakukan, Amin menjawab bahwa timnya sedang mempersiapkan sebuah engine gamifikasi yang akan memberi atasan kemampuan memberi penghargaan atau hukuman tanpa harus terlihat cerewet. “Dengan menggunakan fitur ini dalam sistem komunikasi Anda, bawahan Anda dapat didorong untuk mencapai hasil tertentu dan merasa fun ketika melakukannya,” tutup Amin.

Fitur gamifikasi ini saya pikir akan benar-benar membedakan Qiscus dengan platform lain yang kini sudah beredar. Ketika update tersebut telah rilis, Qiscus akan mempunyai sebuah keunggulan dibanding kompetitornya.

(Diedit oleh Yasser Paragian dan Enricko Lukman)

Suka dengan artikelnya? Bergabunglah menjadi pelanggan TiA Insights. Hanya dengan USD 9,99/bulan, TiA Insights memberikan akses eksklusif ke newsletter mingguan kami, sebuah halaman yang mengumpulkan berita Asia penting dari berbagai sumber di internet yang harus Anda baca. Dengan TiA Insights, Anda juga akan mendapatkan E-Magazine setiap dua minggunya sebagai bahan bacaan pelengkap akhir pekan Anda. Klik disini untuk informasi lebih lanjut.