7 Skill yang Harus Dikuasai oleh Manager Produk (dan 22 Tool Penunjangnya)

Manager produk bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah. Dalam kesehariannya, seorang manager produk selain harus mampu memandu tim agar mampu melakukan delivery fitur dan produk tepat waktu, mereka harus mampu mengidentifikasi setiap risiko yang ada pada saat pengembangan produk.

Bagi seorang manager produk baru, menyesuaikan diri di peran baru ini tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Tech in Asia Edu mencoba menjabarkan tujuh kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang manager produk, serta berbagai tool yang bisa meningkatkan kinerja serta efisiensi mereka. Secara umum, ada tujuh kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang manager produk, antara lain:

  • Strategi produk dan roadmapping
  • Analytics
  • Desain dan wireframe
  • UX testing
  • Pengumpulan feedback
  • Produktivitas tim dan kolaborasi
  • Pengelolaan proyek dan tugas

Strategi Produk dan Roadmapping

Sebagai seorang manager produk, menentukan arah pengembangan produk, strategi, jadwal rilis, sampai roadmapping merupakan tugas utama mereka. Produk manager harus bisa mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan fitur apa yang harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan ini. Berikut ini adalah tool yang bisa membantu mereka dalam hal tersebut:

Aha!
Merupakan tool visualisasi roadmap produk yang bisa membantu tim menjabarkan strategi, fitur, serta ide produk secara jelas.

ProductPlan
Sebuah tool visualisasi roadmap yang membantu manager produk mengomunikasikan fitur, strategi, serta arahan kepada tim dengan fitur drag-and-drop yang intuitif.

Roadmunk
Memiliki fitur serupa dengan Aha! dan ProductPlan. Sebagai pelengkap, Roadmunk menyediakan fitur expor ke dalam berbagai jenis dokumen yang bisa memudahkan stakeholder mempelajari strategi produk dari sang manager produk.

Penting juga: Design Sprint
Design Sprint bukan merupakan sebuah tool, tetapi sebuah metode pemecahan masalah dan validasi ide secara singkat.

Kamu bisa membaca e-book komprehensif yang mencakup pengertian Sprint, studi kasus dari berbagai perusahaan, serta cheatsheet yang membantu kamu menjadwal Sprint sebaik mungkin.

Untuk mendapatkannya, kamu cukup berlangganan newsletter kami dengan memasukkan data diri kamu di bawah ini. Kami janji tidak akan spam!

[yikes-mailchimp form=”4″]

Analytics

Analisa dan pengumpulan data adalah skill wajib dimiliki yang menentukan kesuksesan dan kegagalan seorang seorang manager produk.

Sebelum memutuskan mengembangkan fitur yang baru, produk manager harus memiliki data tentang produk yang ada saat ini. Fitur apa yang paling membantu pengguna, di titik mana pengguna merasa frustrasi, dan apa yang membuat mereka meninggalkan produkmu. Data-data ini bisa didapatkan dengan berbagai tool di bawah ini:

Google Analytics
Merupakan tool analisa pengguna paling populer di dunia. Google Analytics membantumu mengetahui darimana pengunjung situsmu berasal, dan apa yang mereka lakukan di dalam situs.

MixPanel
Merupakan salah satu tool yang fokus pada analisa data pengguna mobile. Dengan MixPanel, kamu bisa mengukur kegiatan pengguna situs mobile milikmu.

Kissmetrics
Seperti Google Analytics dan MixPanel, Kissmetrics bisa mengumpulkan data-data pengguna di dalam situsmu. Kissmetrics memiliki fitur visualisasi yang membantu manager produk dalam membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Kelas Google Analytics Tech in Asia Edu

Manfaatkan Google Analytics untuk mendapatkan keputusan bisnis yang lebih baik. Pelajari semua hal yang kamu perlu ketahui tentang Google Analytics di Tech in Asia Edu.

Desain dan Wireframe

Tentu kita setuju bahwa mendesain dan merancang tampilan antarmuka adalah tugas khusus yang dilakukan oleh desainer UI dan UX, tapi bukan berarti seorang manager produk tidak perlu menguasai keterampilan ini. Berikut ini adalah tool yang bisa digunakan:

Balsamiq
Membantu desainer menciptakan wireframe dan mockup dalam waktu yang relatif singkat.

Sketch
Salah satu toolkit desain terpopuler di dunia, Sketch merupakan aplikasi desain end-to-end yang membantu desainer merancang wireframe, mockup, hingga prototipe siap tes. Sketch hanya tersedia di sistem operasi MacOS.

Figma
Memiliki fitur yang mirip Sketch dan bisa membantu desainer merancang banyak hal. Perbedaan mendasarnya, Figma merupakan aplikasi web yang berjalan di browser,  sehingga bisa dijalankan di berbagai platform dan bisa diakses bersama beberapa orang sekaligus.

UX testing

testing merupakan bagian penting dalam desain UI dan UX. Penting bagi tim untuk mengetahui bagaimana pengguna berinteraksi dengan antarmuka produkmu serta mendapatkan umpan balik yang maksimal. Ini adalah beberapa tool yang bisa dimanfaatkan:

Hotjar
Merupakan tool yang memungkinkan tim melihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan situs. Setiap interaksi klik pengguna bisa direkam oleh Hotjar.

Fullstory
Mirip seperti Hotjar, Fullstory dapat merekam interaksi dan pengalaman pengguna di situsmu demi mendapatkan insight yang penting demi pengembangan produk.

UXCam
Sama seperti kedua tool di atas, perbedaan paling signifikan UXCam dapat merekam interaksi layar sentuh yang umumnya digunakan dalam testing UX untuk aplikasi mobile.

Pengumpulan Feedback

Salah satu tanggung jawab seorang manager produk adalah memastikan bahwa mereka bisa mendapatkan umpan balik yang relevan dari pengguna yang tepat juga. Ini dilakukan agar pengembangan fitur sesuai dengan kebutuhan penggunanya juga. Untuk mengumpulkan suara pengguna, inilah beberapa tool yang bisa digunakan:

Google Form
Memungkinkan manager produk membuat survei sederhana secara gratis. Setiap hasil jawaban survei langsung tersimpan di Google Drive.

SurveyMonkey
Memungkinkan manager produk membuat survei terenkripsi yang bisa dikustomisasi secara bebas. Tool ini juga memiliki dashboard yang membantu penggunanya menganalisa pengguna dan informasi yang masuk.

Typeform
Untuk menciptakan sebuah survei yang interaktif, Typeform merupakan tool pengumpul survei yang kami rekomendasikan. Kamu bisa memasukkan berbagai elemen multimedia demi menciptakan survei yang menarik.

Produktivitas Tim dan Kolaborasi

Di dalam tim yang besar, mengelola percakapan  jarak jauh tentunya sangat sulit jika harus mengandalkan email. Di bawah ini merupakan tool yang bisa memudahkan manager produk mengelola kolaborasi tim:

Slack
Merupakan wadah anggota tim untuk bertemu secara virtual dan berkolaborasi. Dalam tim yang besar, Slack membantu tim mengelola arus informasi dengan memanfaatkan banyak Channel untuk urusan yang berbeda.

Gsuite
Merupakan paket lengkap kolaborasi antar anggota tim yang berisi tool seperti Docs, Spreadsheet, Hangouts, Gmail, Calendar.

Microsoft Office 365
Memiliki fitur dan tool yang sama dengan Gsuite, mulai dari email hingga kalender. Perbedaannya hanya terletak pada ekosistem mana yang menjadi preferensimu.

Pengolaan proyek dan tugas

Setiap proyek terdiri dari serangkaian tugas, dan setiap manager proyek harus tahu caranya mengelola tugasnya dan tugas masing-masing anggota tim. Hanya dengan pengelolaan tugas yang baik, sebuah proyek bisa selesai tepat waktu. Berikut adalah beberapa tool yang bisa membantu mengelola tugas tim:

Trello
Adalah sebuah papan tulis digital yang bisa membantu memvisualisasikan proyek menggunakan alat berupa board, list, dan card.

Asana
Sama seperti Trello, Asana merupakan aplikasi manajemen proyek berbasis web. Asana memilki fitur percakapan yang memudahkan proses kolaborasi jarak jauh.

Jira
Merupakan piranti pemantau masalah (issue tracker) yang juga memiliki fungsi manajemen proyek. Jira cocok digunakan dalam pengembangan produk digital untuk memantau setiap bug yang harus diproses.