Tech in Asia Indonesia

Tawarkan Perawat ke Rumah, Apa Rahasia Insan Medika Bertahan Sejak 2013?

(Update 10 Januari 2015: Kami merevisi sejumlah pernyataan setelah founder layanan ini melakukan klarifikasi).

Layanan kesehatan tidak hanya sebatas menemukan dokter dan berkonsultasi masalah penyakit di dalam tubuh. Seperti halnya yang ditawarkan oleh Insan Medika melalui layanan perawat home care untuk berbagai kebutuhan.

Insan Medika tidak hanya menawarkan perawat saja, tetapi juga meliputi Home Care untuk penanganan medis dari tenaga profesional di rumah, Caregiver untuk masa penyembuhan lebih lanjut, Governess untuk pelayanan pasien difabel atau berkebutuhan khusus, dan Perawat Lansia.

Melalui perjalanan panjang

Menurut Founder dan CEO Insan Medika, Try Wibowo startup ini didirikan sejak 2013 dengan lika-liku cerita yang cukup rumit. Ia mengatakan bahwa awalnya bisnis ini masih berupa lembaga pelatihan bagi tenaga kesehatan lulusan SMK di Jember, Jawa Timur.

Awalnya, Try mengiklankan layanan perusahaannya hanya di TokoBagus (sebelum menjadi OLX) dengan nama Surya Farma Husada. Tujuannya untuk menyalurkan anak didik yang dimiliki.

“Namun dengan banyaknya pesanan yang diterima, tim inti yang berjumlah 10 orang akhirnya menyarankan untuk mengubah nama menjadi lebih singkat dan menggunakan domain sendiri,” tuturnya.

Try kemudian mempekerjakan developer situs dan mengganti nama menjadi Insan Medika. Dari banyaknya pesanan yang didapat, akhirnya Try dan tim memutuskan pindah dari Jawa Timur ke Yogyakarta. Ia beralasan bahwa banyak bisnis besar yang berawal dari Kota Pelajar tersebut.

Meski lokasi utamanya berada di Yogyakarta, ia menuturkan bahwa target pasar utama tetap Jabodetabek. Untuk memenuhi kebutuhan akan perawat yang semakin tinggi, tim Insan Medika akhirnya mulai merekrut perawat dari lulusan D3 hingga S1.

Omzet bulanan yang besar

Bisnis yang telah berjalan itu menghasilkan omzet hingga Rp500 jutaan perbulan. Try mengklaim profit mencapai 36 persen. Setiap tenaga perawat yang dipekerjakan dikenakan biaya deposit, sebelum dapat menerima uang dari konsumen.

“Insan Medika mengambil ongkos 20 persen dari total biaya yang dibayarkan oleh konsumen. Semua perawat berasal dari pihak ketiga atau outsource yang sistem gajinya Semua perawat menggunakan sistem penggajian yang bekerja sama dengan Bank Mandiri,” ujarnya.

Meski terbilang mendapatkan omzet lumayan, semua biaya operasional masih ditanggung pribadi alias bootstrap tanpa adanya investor. Ia menambahkan bahwa biaya operasional di awal usaha didapat dari pinjaman bank.

Dari keempat layanan utama yang ditawarkan, Insan Medika menyediakan tiga paket berbeda sesuai waktu kebutuhan. Pertama adalah Gold dengan rentang waktu sewa perawat hingga satu tahun, kemudian tersedia juga Silver dengan rentang waktu hanya enam bulan.

Terakhir, adalah paket Infal yang menyediakan perawat selama 10 hari dan harganya disesuaikan dengan layanan yang dibutuhkan. Sayangnya harga per paket tidak langsung tercantum di situs Insan Medika. Pengguna harus terlebih dulu memilih paket yang dibutuhkan, memilih perawat yang sesuai berdasarkan profil, dan selanjutnya mengisi biodata pasien beserta keterangan lengkap riwayat penyakitnya.

Selanjutnya pengguna baru akan mendapat konfirmasi harga melalui e-mail atau telepon. Bila proses ini lancar, pengguna akan segera mendapatkan perawat yang diinginkan.

Try mengatakan bahwa rentang harga yang ditawarkan mulai dari Rp2,5 juta untuk paket Silver dan Rp5 juta untuk paket Gold. Sedangkan untuk Infal tidak dikenakan biaya admin. Setiap pengguna yang telah memilih paket tersebut juga masih harus membayar biaya per bulan untuk perawat yang telah dipilih.

“Uang yang pertama kali dibayar pengguna seperti deposit atau uang jaminan seperti di penyalur tenaga kerja lainnya,” tuturnya.

Masih menyempurnakan aplikasi

Try mengaku kebanyakan pengguna lebih banyak mengakses layanan mereka melalui situs. Hal ini dikarenakan Insan Medika menggunakan layanan dari Google Adwords. Karena situsnya mampu melacak informasi lokasi, pengguna lebih leluasa memilih perawat berdasarkan wilayah tempat tinggal mereka. Menarik untuk diketahui, layanan dari Insan Medika sudah mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

Saat ini, aplikasi Insan Medika baru tersedia untuk platform Android dengan empat fitur utama yang tidak ditemukan di situs, yakni Perawat Tetap, Perawat Visit, Ambulance, dan Obat.

Sayangnya UI dan UX aplikasi tersebut masih sangat sederhana. Selain itu, proses berpindah halaman membutuhkan waktu loading yang cukup lama. Namun, menurut Try, timnya memang sedang mematangkan aplikasi dari Insan Medika. Timnya juga sedang menggodok aplikasi untuk platform iOS.

Strategi memenangkan pasar

Pasar di ranah ini dinilai Try sangat potensial dan menguntungkan. Kompetitor lainnya adalah Kanopi Insan Sejahtera dan OZORA Home Care yang sama-sama menyediakan layanan perawat ke rumah.

Menanggapi persaingan ini, Try mengatakan bahwa strategi yang diusung untuk memenangkan pasar adalah lebih banyak menyediakan tenaga profesional dengan pendidikan yang spesifik di bidang kesehatan. Khususnya, seperti telah dijelaskan di atas, dengan latar belakang pendidikan D3 hingga S1.

“Banyak penyedia layanan serupa hanya menyediakan perawat tanpa pendidikan spesifik di bidang kesehatan, sedangkan Insan Medika benar-benar memberikan dengan background pendidikan terkait,” ucapnya.

Untuk potensi pasar, ia menilai bahwa Jabodetabek memiliki porsi konsumen terbesar dibandingkan kota lainnya. Sedangkan kota asal Yogyakarta hanya menyumbang konsumen sebesar lima persen.

Baca juga: 15 Startup Kesehatan dengan Pendanaan Terbesar di Asia Tenggara
Melihat fakta tersebut, Insan Medika berencana membuka kantor di Jakarta dan akan membangun kerja sama dengan banyak pihak untuk lebih mendapat traksi pasar di kelas menengah hingga atas di ibu kota. Menurut Try, langkah ini diambil untuk mempermudah akses pasar dan menjangkau konsumen dengan lebih mudah.

Tertarik dengan layanan Insan Medika? Kamu dapat mencoba aplikasinya melalui:

Insan Medika
1.3M 1 - 5
Gratis
Gratis

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto dan Fadly Yanuar Iriansyah)